Doa Untuk Tanahku Papua!
Ilustrasi : Seorang anak Papua sedang berlutut dan berdoa untuk Tanah PapuaAda sesuatu yang tak bisa dijelaskan ketika melihat tanah Papua dari ketinggian — hamparan hijau yang luas, gunung yang menjulang dengan kabut lembut di puncaknya, dan laut biru yang seakan memeluk setiap pulau kecil dengan kasih yang abadi. Namun di balik keindahan itu, ada cerita diam-diam yang bergulir: tentang air mata, doa, dan harapan yang tak pernah padam.
Papua bukan sekadar wilayah di ujung timur Indonesia. Papua adalah hati yang berdetak untuk bangsa ini — dengan denyut nadi alamnya, dengan napas rakyatnya, dengan air mata yang tumpah dalam doa setiap malam.
Ketika dunia mungkin sibuk dengan hiruk pikuknya sendiri, anak-anak di tanah ini masih berdoa sederhana: “Tuhan, jagalah tanah kami.” Doa itu naik dari rumah-rumah kayu, dari lereng pegunungan, dari pantai-pantai sunyi tempat matahari pertama kali menyentuh negeri ini setiap pagi.
Aku membayangkan seorang anak kecil, duduk di atas peta Papua, kedua tangannya terlipat, matanya terpejam. Ia tidak meminta kekayaan, tidak meminta kemegahan. Ia hanya memohon:
Tuhan, biarlah damai-Mu menetap di tanah kami.
Air matanya jatuh perlahan, menyentuh gambar pulau di bawahnya — seakan setiap tetes itu menjadi benih kasih yang menumbuhkan pengharapan baru bagi negeri yang terlalu sering disalahpahami.
Tanah ini telah menanggung banyak hal. Luka, janji, harapan, dan pengorbanan bercampur menjadi satu dalam cerita panjang yang belum selesai. Tapi meski badai datang dan pergi, doa itu tetap bertahan — seperti akar pohon besar yang mencengkeram tanah, menolak tercerabut dari kehidupan.
#DoaUntukTanahkuPapua #PapuaDalamDoa #DamaiPapua #KasihUntukPapua #ImanKristen #PrayForPapua